SAPA BILANG WANITA TAK MAU DIMADU

16.18.00 0 Comments A+ a-

➖⛱➖➖➖➖➖➖➖➖➖

"SIAPA BILANG SEMUA WANITA HANYA SUKA MADU DAN TIDAK SUKA DIMADU?"

oleh : Ustadz Abu Said Jember hafizhahullaah

❓Mana ada wanita yang mau dimadu, sebuah kalimat yang tak jarang kita sering mendengarnya. Ternyata tidak sedikit wanita yang ridha, siap bahkan ada sebagian yang mendukung suaminya menikah lagi.

Mungkin ada diantara kita yang bertanya-tanya masa sih ada wanita yang siap untuk di madu…?!
Alasan mereka kira-kira apa yah ?

Insya Allah sebagian kisah-kisah dibawah ini  akan menjawab pertanyaan-pertanyaan anda.

✅Alangkah baiknya kita awali dengan sebuah kisah tentang istri Nabi Ibrahim yang bernama Sarah yang ridha ada selain dirinya, yaitu hajar menjadi pendamping untuk suaminya.
Nabi Ibrahim pun menikah dengan Hajar dan dari pernikahan itu lahirlah seorang anak yang bernama Ismail. Lihatlah bagaimana keridhaan Sarah yang menerima kehadiran seorang wanita (istri yang lain) disamping suaminya.

✅Lalu mari kita beranjak pada sebuah kisah tentang istri-istri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Salah seorang istri Rasulullah yang bernama Ummu Habibah Binti Abi Sufyan Radhiyallahu ‘anhu berkata :

يَا رَسُولَ اللهِ انْكِحْ أُخْتِي بِنْتَ أَبِي سُفْيَانَ فَقَالَ أَوَتُحِبِّينَ ذَلِكَ فَقُلْتُ نَعَمْ لَسْتُ لَكَ بِمُخْلِيَةٍ وَأَحَبُّ مَنْ شَارَكَنِي فِي خَيْرٍ أُخْتِي فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِنَّ ذَلِكَ لاَ يَحِلُّ لِي

“Wahai Rasulullah, nikahilah saudaraku, putri Abu Sufyan.”
Nabi bersabda : “ Apakah engkau senang dengan hal itu?”
Ummu Habibah berkata, “ Ya, (agar) aku tidak bersendirian dengan dirimu. Sesungguhnya orang yang paling aku sukai untuk menemaniku dalam berbuat kebaikkan adalah saudariku.”
Nabi bersabda : “Sesungguhnya yang demikian itu tidaklah halal bagiku.”
(HR. Bukhari no 5101 dan Muslim no 3659)

����Lihatlah wahai saudaraku, Istrinya Rasulullah Ummu Habibah  menawarkan Rasulullah menikah lagi, yaitu dengan saudaranya agar saudaranya mendapatkan kebaikan. Akan tetapi Rasulullah menjelaskan termasuk pernikahan yang dilarang adalah mengabungkan dua saudara.

����Dan lihatlah kisah istri-istri Rasulullah yang lainya yang ridha Rasulullah menikah lagi, setelah Rasulullah menikah dengan wanita yang lain (istri yang baru saja dinikahi) para istri yang lama mendoakan keberkahan atas pernikahan tersebut.

��Atau sebuah kisah salah seorang suami bertanya kepada istrinya,
“ Wahai istriku, apa yang membuat kamu mau untuk dipoligami.”

Istrinya menjawab,
"Karena Aku mencintai Allah, kemudian aku juga mencintai mas, aku ingin mas bahagia. Aku mencintai saudari-saudari  muslimah yang belum pada menikah."

Sang suamipun tertegun mendengar jawaban sang istri. Yang tidak dia sangka akan menjawab dengan jawaban seperti itu.

����Lihatlah wahai saudaraku bagaimana sikap mereka yang siap, ridha bahkan ada yang mendukung suaminya menikah lagi. Dan dari kisah-kisah tersebut dan kisah-kisah yang lainnya kita bisa ambil pelajaran diantara sebab sebagian wanita menerima, siap dan ridha untuk dipoligami bahkan ada yang mendukung diantaranya adalah :

✔    Ketundukkan mereka yang sempurna terhadap syariat Allah. Kecintaan mereka kepada Allah yang membuat mereka menerima seluruh syari’at Allah, termasuk syari’at poligami

فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً

“Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, Maka (nikahilah) seorang saja."
(An-Nisa’ : 3)

  ✔  Mencintai suami dan menginginkan kebahagiannya, sebagian istri tahu terhadap kebutuhan sang suami, baik itu yang berkaitan dengan dirinya, atau karena faktor istrinya, atau bukan karena faktor keduanya hanya saja agar suaminya lebih terjaga dari fitnah syahwat yang luar biasa dahsyatnya, dari kesadaran inilah sebagian wanita yang karena mencintai suaminya, ingin suaminya bahagia, tidak ingin suaminya jatuh kepada perbuatan maksiat yang membuat dirinya siap dan ridha suaminya untuk berpoligami.

✔    Menginginkan saudarinya mendapatkan kebaikan dari suaminya, sehing